Minggu, 16 Desember 2012


PROGRAM C++ STRING


#include <iostream>
#include <string>
using namespace std;

int main () 
{
    char *line = "short line for testing";
    
    // with no arguments
    string s1;
    s1 = "Anatoliy";
    cout << "s1  is: " << s1 << endl;

    // copy constructor
    string s2 (s1);
    cout << "s2  is: " << s2 << endl;

    // one argumen
    string s3 (line);
    cout << "s3  is: " << s3 << endl;

    // first argumen C string
    // second number of characters
    string s4 (line,10);
    cout << "s4  is: " << s4 << endl;

    // 1 - C++ string
    // 2 - start position
    // 3 - number of characters
    string s5 (s3,6,4); // copy word 'line' from s3
    cout << "s5  is: " << s5 << endl;

    // 1 - number characters
    // 2 - character itself
    string s6 (15,'*');
    cout << "s6  is: " << s6 << endl;

    // 1 - start iterator
    // 2 - end iterator
    string s7 (s3.begin(),s3.end()-5);
    cout << "s7  is: " << s7 << endl;

    // you can instantiate string with assignment
    string s8 = "Anatoliy";
    cout << "s8  is: " << s8 << endl;

    return 0;
}

PROGRAM PASCAL STRING

Uses
  crt;

Const
  Line = '     /    23    /      478   /8/  8z7  /  2.3 /xvt/ 987 /  5996   ';
  Sep = '/';
  Space = ' ';
  Digits: Set of Char = ['0'..'9'];

Var
  X: String;
  N, Error, Sum: Integer;
  Piece: String;
  Loc: Integer;

Begin
  Clrscr;

  X := Line;
  X := X + Sep;  { Ensure that X ends with a / }
  Sum := 0;

  While Length(X) > 0 Do
    Begin


      { Delete the lead spaces from the string   X }

      While Pos(Space, X) = 1 Do
        Delete(X, 1, 1);


      { Delete any lead non-digit characters.  Yes, this would also 
        delete lead spaces - but this is only an example!           }

      While NOT(X[1] in Digits) AND (Length(X) >= 1) Do
        Delete(X, 1, 1);


      { Find the location of the first / in X; copy all characters
        in X from the beginning of X up to and including the  /  into
        the string Piece; delete these characters from the beginning of  X }

      Loc := Pos(Sep, X);
      Piece := COPY(X, 1, Loc);
      Delete(X, 1, Loc);


      { Count backwards from the end of Piece until a digit is found }

      While NOT(Piece[Loc] in Digits) AND (Loc > 0) Do
        Loc := Loc - 1;


      { Make a new copy of Piece which consists of characters from the
        beginning of Piece to the place where a digit was located; it's
        possible that Loc = 0 if no digits were encountered in Piece
        (for example, if the field consists only of spaces or of non-
        digit characters)  }

      Piece := COPY(Piece, 1, Loc);


      { The following code can be used to see how Piece is formed for
        each field separated by /

      If Length(Piece) > 0
        Then Writeln('piece = ''', piece, '''')
        Else Writeln('piece = null');  }


      { Convert Piece to an integer value N }

      VAL(Piece, N, Error);


      { If Piece is null or contains garbage, ignore  N (that is, when
        Error > 0); otherwise, add  N  to  Sum  and print N }

      If Error = 0
        Then
          Begin
            Writeln(N :4);
            Sum := Sum + N
          End;

    End;  { WHILE }

    Writeln('----');
    Writeln(Sum :4);
    Readln;
End.

Tugas KTI Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak
Pendahuluan
Yang dimaksud dengan
perangkat lunak adalah :
1. Perintah (program
komputer) yang bila dieksekusi
memberikan fungsi dan
unjuk kerja seperti yang
diharapkan.
2. Struktur data yang

memungkinkan program
memanipulasi informasi secara
proporsional.
3. Dokumen yang
menggambarkan operasi dan
kegunaan program.
Pemodelan dalam suatu
rekayasa perangkat lunak
merupakan suatu hal
yang dilakukan di tahapan
awal. Dalam rekayasa
perangkat lunak sebenarnya
masih memungkinkan tanpa
melakukan suatu pemodelan.
Hal itu tidak dapat lagi
dilakukan dalam suatu industri
perangkat lunak karena
dengan pemodelan maka
akan lebih mudah untuk
memahami sistem baik
pengembang perangkat lunak
itu
sendiri maupun pelanggan.
Dengan demikian pengembang
akan lebih cepat
dalam melakukan desain dan
mengkontruksi program untuk
perangkat lunak
tersebut berdasarkan model
yang sudah ada dan telah
disepakati bersama.
Pemodelan ini juga sering
disebut dengan metodologi
pengembangan sistem.
Proses
Di dalam suatu industri dikenal
berbagai macam proses,
demikian juga
halnya dengan industri
perangkat lunak. Perusahaan
yang berbeda seringkali
menggunakan proses yang
berbeda untuk menghasilkan
produk yang sama.
Tetapi produk yang berbeda
mungkin dihasilkan oleh
sebuah perusahaan dengan
menggunakan proses yang
sama. Jika proses yang
digunakan salah maka akan
mengurangi kualitas dari
produk yang dikembangkan.
Seperti produk, proses juga
memiliki atribut dan
karakteristik seperti :
• Understandability, yaitu
sejauh mana proses secara
eksplisit ditentukan dan
bagaimana kemudahan definisi
proses itu dimengerti.
• Visibility , apakah aktivitas ‐
aktivitas proses mencapai titik
akhir dalam hasil
yang jelas sehingga kemajuan
dari proses tersebut dapat
terlihat nyata/jelas.
• Supportability, yaitu sejauh
mana aktivitas proses dapat
didukung oleh CASE.
• Acceptability, apakah proses
yang telah ditentukan oleh
insinyur dapat
diterima dan digunakan dan
mampu bertanggung jawab
selama pembuatan
produk perangkat lunak.
• Reliability , apakah proses
didesain sedikian rupa
sehingga kesalahan proses
dapat dihindari sebelum terjadi
kesalahan pada produk.
• Robustness, dapatkah proses
terus berjalan walaupun
terjadi masalah yang
tak diduga.
• Maintainability , dapatkah
proses berkembang untuk
mengikuti kebutuhan
atau perbaikan.
• Rapidity , bagaimana
kecepatan proses pengiriman
sistem dapat secara
lengkap memenuhi spesifikasi.
Model
Model proses perangkat lunak
masih menjadi objek
penelitian. Ada banyak
model umum atau paradigma
yang digunakan untuk
mengembangan perangkat
lunak, antara lain:
• Pendekatan Waterfall
Berisi rangkaian aktivitas
proses yaitu spesifikasi
kebutuhan, implementasi
desain perangkat lunak, uji
coba dst. Setelah setiap
langkah didefinisikan,
langkah tersebut di sign off dan
pengembangan dilanjutkan
pada langkah
berikutnya.
• Pengembangan secara
evolusioner
Sistem awal dengan cepat
dikembangkan dari pelanggan
untuk memproduksi
sistem yang memenuhi
kebutuhan pelanggan tersebut
kemudian sistem
disampaikan. Sistem itu
mungkin diimplementasikan
kembali dengan
pendekatan yang lebih
terstruktur untuk
menghasilkan sistem yang
kuat dan
maintable.
• Transformasi formal
Pendekatan ini berdasarkan
pembuatan spesifikasi sistem
formal secara
matematik dan transformasi
spesifikasi dengan
menggunakan metode
matematik atau dengan suatu
program. Transformasi ini
adalah correctness
preserving, ini berarti bahwa
kita dapat yakin program yang
dikembangkan
sesuai dengan spesifikasi.
• Penggabungan sistem dengan
menggunakan komponen ‐
komponen yang
dapat digunakan kembali
( reusable ).
Teknik ini menganggap
bagian‐ bagian dari sistem
sudah ada. Proses
pengembangan sistem lebih
berfokus pada penggabungan
bagian‐ bagian
daripada pengembangan tiap
bagian yang sudah ada
tersebut.
• Berorientasi objek
Teknik ini merupakan teknik
terbaru yang sekarang banyak
digunakan dan
terus dikembangkan. Teknik
ini memandang segala sesuatu
sebagai objek
sehingga dengan mudah
pengembang memahami
sistem yang akan
dikembangkannya.
Secara umum metodologi ini
meliputi serangkaian tugas
yang luas seperti
analisis kebutuhan, desain,
konstruksi program,
pengujian, dan pemeliharaan.
Definisi Analisis Kebutuhan
Sistem
Menurut Yogiyanto (1995)
analisis sistem adalah
penguraian dari suatu
sistem informasi yang utuh
kedalam bagian ‐bagian
komponennya dengan maksud
untuk mengidentifikasikan dan
mengevaluasi permasalahan,
kesempatan,
hambatan yang terjadi dan
kebutuhan yang diharapkan
sehingga dapat diusulkan
perbaikan. Sedangkan
menurut Kristanto (2003)
analisis sistem adalah suatu
proses mengumpulkan dan
menginterpretasikan
kenyataan‐ kenyataan yang
ada,
mendiagnosa persoalan dan
menggunakan keduanya untuk
memperbaiki sistem.
Analis Kebutuhan Sistem
Menurut Yogiyanto (1995)
analis sistem (analis informasi)
adalah orang
yang menganalis sistem
(mempelajari masalah ‐
masalahan yang timbul dan
menentukan kebutuhan
pemakai sistem) untuk
mengidentifikasikan
pemecahan
permasalahan tersebut.
Sedangkan menurut Kristanto
(2003) analis sistem adalah
orang yang mempunyai
kemampuan untuk
menganalisis sebuah sistem,
memilih
alternatif pemecahan masalah
dan menyelesaikan masalah
tersebut dengan
menggunakan komputer.
Peranan Analis Kebutuhan
Sistem
Analis sistem secara sistematis
menilai bagaimana fungsi
bisnis dengan cara
mengamati proses input dan
pengolahan data serta proses
output informasi
untuk membantu peningkatan
proses organisasional. Dengan
demikian, analis
sistem mempunyai tiga
peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
Adapun tugas‐ tugas yang
dilakukan oleh seorang analis
sistem adalah
sebagai berikut :
1. mengumpulkan dan
menganalisis semua dokumen,
file, formulir yang
digunakan pada sistem yang
telah berjalan.
2. menyusun laporan dari
sistem yang telah berjalan dan
mengevaluasi
kekurangan‐ kekurangan pada
sistem tersebut dan
melaporankan semua
kekurangan tersebut kepada
pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada
sistem tersebut dan menyusun
sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun
perkiraan biaya yang
diperlukan untuk sistem
yang baru dan memberikan
argumen tentang keuntungan
yang dapat
diperoleh dari pemakian sistem
yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan
terutama yang berkaitan
dengan sistem yang baru
tersebut.
Waterfall
Model ini menawarkan cara
pembuatan perangkat lunak
secara lebih nyata.
Langkah ‐langkah yang penting
dalam model ini adalah :
• Penentuan dan analisis
spesifikasi
Jasa, kendala dan tujuan
dihasilkan dari konsultasi
dengan pengguna sistem.
Kemudian semuanya itu dibuat
dalam bentuk yang dapat
dimengerti oleh user
dan staf pengembang.
• Desain sistem dan perangkat
lunak
Proses desain sistem membagi
kebutuhan‐kebutuhan menjadi
sistem
perangkat lunak atau
perangkat keras. Proses
tersebut menghasilkan sebuah
arsitektur sistem keseluhan.
Desain perangkat lunak
termasuk menghasilkan
fungsi sistem perangkat lunak
dalam bentuk yang mungkin
ditransformasi ke
dalam satu atau lebih program
yang dapat dijalankan.
• Implementasi dan ujicoba unit
Selama tahap ini desain
perangkat lunak disadari
sebagai sebuah program
lengkap atau unit program. Uji
unit termasuk pengujian
bahwa setiap unit
sesuai spesifikasi.
• Integrasi dan ujicoba sistem
Unit program diintegrasikan
dan diuji menjadi sistem yang
lengkap untuk
menyakinkan bahwa
persyaratan perangkat lunak
telah dipenuhi. Setelah
ujicoba, sistem disampaikan ke
pelanggan
• Operasi dan pemeliharaan
Normalnya, ini adalah phase
yang terpanjang. Sistem
dipasang dan digunakan.
Pemeliharaan termasuk
pembetulan kesalahan yang
tidak ditemukan pada
langkah sebelumnya.
Perbaikan implementasi unit
sistem dan peningkatan
jasa sistem sebagai kebutuhan
baru ditemukan.
Dalam prakteknya, setiap
langkah sering tumpang tindih
dan saling
memberi informasi satu sama
lain. Proses perangkat lunak
tidak linier dan
sederhana tapi mengandung
urutan iterasi dari aktivitas
pengembangan. Selama
di langkah terakhir, perangkat
lunak telah digunakan.
Kesalahan dan kelalaian
dalam menentukan kebutuhan
perangkat lunak original dapat
diatasi.
Sayangnya, model yang banyak
mengandung iterasi sehingga
membuat
sulit bagi pihak manajemen
untuk memeriksa seluruh
rencana dan laporan. Maka
dari itu, setelah sedikit iterasi,
biasanya bagian yang telah
dikembangkan akan
dihentikan dan dilanjutkan
dengan langkah
pengembangan selanjutnya.
Masalahmasalah
selama resolusi selanjutnya,
dibiarkan atau diprogram.
Pemberhentian
yang prematur dari
persyaratan akan berarti
bahwa sistem tidak akan
sesuai
dengan keinginan user.
Mungkin juga sistem
terstruktur secara jelek yang
sebenarnya merupakan
masalah desain akan dibiarkan
karena terkalahkan oleh
trik implementasi.
Masalah pendekatan waterfall
adalah ketidakluwesan
pembagian project
ke dalam langkah yang nyata/
jelas. Sistem yang disampaikan
kadang‐kadang tidak
dapat digunakan sesuai
keinginan pelanggan. Namun
demikian model waterfall
mencerminkan kepraktisan
engineering. Konsekuensinya,
model proses perangkat
lunak yang berdasarkan pada
pendekatan ini digunakan
dalam pengembangan
sistem perangkat lunak dan
hardware yang luas.
Pengembangan secara
Evolusioner
Model ini berdasarkan pada ide
pengembangan pada
implementasi awal
yang akan menghasilkan
komentar pemakai sehingga
dapat dilakukan perbaikan
melalui banyak versi sampai
sistem yang mencukupi dapat
dikembangan. Selain
memiliki aktivitas ‐aktivitas
yang terpisah model ini
memberikan feedback dengan
cepat dan serentak.
Terdapat 2 tipe pada model ini,
yaitu :
1. Pemprograman evolusioner
Dimana tujuan proses adalah
bekerjasama dengan
pelanggan untuk
menghasilkan kebutuhan‐
kebutuhan dan menyampaikan
sistem akhir kepada
pemakai atau pelanggan.
Pengembangan dimulai dengan
bagian‐ bagian
sistem yang dimengerti. Sistem
dikembangkan melalui
penambahan features
sesuai yang diusulkan oleh
pelanggan.
2. Pemodelan
Dimana tujuan pengembangan
evolusioner pada tipe ini
adalah mengetahui
kebutuhan‐kebutuhan
pelanggan dan
mengembangkan difinisi
kebutuhan
yang lebih baik untuk sistem.
Model/contoh difikuskan pada
penelitian
bagian‐ bagian kebutuhan
pelanggan yang kurang
dimengerti.
Pemprograman evolusioner
penting saat sulit untuk
membuat spesifikasi
sistem secara rinci. Beberapa
orang mungkin setuju bahwa
semua sistem masuk
dalam tipe ini. Namun,
pemprograman evolusioner
banyak digunakan dalam
pengembangan sistem AI
(artificial intelligence) yang
berusaha untuk menyamai
kemampuan manusia. Kita
tidak mungkin membuat
spesifikasi yang rinci untuk
perangkat lunak yang
menyamai manusia karena kita
tidak mengerti bagaimana
manusia menjalankan tugas‐
tugas mereka.
Pendekatan evolusioner
biasanya lebih efektif daripada
pendekatan
waterfall untuk hal
pengembangan perangkat
lunak yang harus dengan
segera
dapat memenuhi kebutuhan
pelanggan. Namun, dari segi
teknik dan manajemen,
model ini memiliki masalah
mendasar yaitu:
• Proses tidak visibel.
Manager‐manager
membutuhkan “deliverables”
yang teratur untuk
mengukur kemajuan. Jika
sistem dikembangkan dengan
cepat akan terjadi
pemborosan pada pembuatan
dokumen yang
menggambarkan setiap versi
sistem.
• Sistem ‐sistem biasanya
kurang terstruktur
Kecenderungan perubahan
yang terus menerus akan
mengurangi stuktrur dari
perangkat lunak. Evolusi
perangkat lunak terlihat sulit
dan mahal.
• Ketrampilan khusus jarang
dimiliki
Tidak jelas batasan
ketrampilan yang normal
dalam rekayasa perangkat
lunak
yang mungkin dapat
digunakan secara efektif dalam
model pengembangan
ini. Kebanyakan sistem yang
dikembangkan melalui cara ini
telah
diimplementasikan oleh
kelompok kecil yang memiliki
ketrampilan yang tinggi
dan motivasi yang kuat.
Untuk memecahkan masalah ‐
masalah tersebut, kadang‐
kadang tujuan dari
pengembangan evolusioner
adalah mengembangkan
contoh sistem. Contoh ini
digunakan untuk mengerti dan
mevalidasikan spesifikasi
sistem. Disinilah
pengembangan evolusioner
merupakan bagian dari
beberapa proses yang lebih
luas ( seperti model waterfall ).
Karena masalah ‐masalah
tersebut, sistem dengan
skala besar biasanya tidak
dikembangkan melalui cara ini.
Pengembangan
evolusioner lebih tepat untuk
pengembangan sistem yang
relatif kecil.
Masalah‐ masalah mengenai
perubahan sistem yang ada
dihindari dengan
mengimplementasi ulang
sistem keseluruhan kapanpun
perubahan yang
signifikan diperlukan. Jika
pemodelan digunakan, tidak
terlalu mahal.
Spiral Boehm
Model proses nyata waterfall
yang berorientasi dokumen
telah diambil
sebagai standar umum oleh
banyak agen pemerintah dan
pembuat perangkat
lunak. Jadi, tidak mudah
melupakan model tersebut
walaupun masih terdapat
masalah‐ masalah yang
ditimbulkan dalam model
tersebut. Kita membutuhkan
sebuah proses yang lebih baik
untuk manajemen yang dapat
menggunakan
semua model umum seperti
yang telah kita bicarakan
sebelumnya. Model
perbaikan tersebut juga harus
memenuhi kebutuhan‐
kebutuhan pembuat
perangkat lunak. Pendekatan
alternatif diusulkan oleh
Boehm (1988). Boehm
mengusulkan sebuah model
yang secara eksplisit
menjelaskan bahwa resiko
yang
disadari mungkin membentuk
dasar model proses umum.
Model Boehm bebrbentuk
spiral. Setiap loop mewakili
sebuah tahap dari
proses perangkat lunak. Tidak
ada tahap yang tetap dalam
model ini. Manajemen
harus memutuskan bagaimana
membentuk proyek kedalam
tahap‐tahap.
Perusahaan biasanya bekerja
dengan beberapa model umum
dengan tahap
tambahan untuk proyek
khusus atau ketika masala ‐
masalah ditemukan selama
pembuatan proyek.
Setiap loop dibagi dalam 4
sektor, yaitu :
1. Pembuatan tujuan
Tujuan, hambatan dalam
proses ataupun produk serta
resiko‐resiko proyek
ditentukan. Rencana rinci
manajemen juga ditulis
lengkap. Pembuatan
strategi‐strategi alternatif
direncanakan sesuai dengan
resiko yang ada.
2. Perkiraan dan pengurangan
resiko
Untuk setiap resiko yang telah
diidentifikasi, akan dibuat
analisis rincinya.
Kemudian diambil langkah ‐
langkah untuk mengurangi
resiko. contohnya,
jika ada resiko bahwa
persyaratan‐ persyaratan tidak
tepat maka sebuah
model contoh mungkin dapat
dikembangkan.
3. Pengembangan dan validasi
Setelah evaluasi resiko, sebuah
model pengembangan untuk
sistem dipilih.
Misalnya, jika resiko interface
pengguna yang dominan maka
model
pengembangan yang tepat
mungkin pengembangan
evolusioner dengan
menggunakan model contoh
(prototipe).
Jika resiko keselamatan yang
diutamakan, model
pengembangan yang
sesuai adalah transformasi
formal dan seterusnya. Model
waterfall
mungkin tepat digunakan jika
resiko yang diutamakan adalah
integrasi
sistem.
4. Perencanaan
Jika diputuskan untuk
melanjutkan pada loop spiral
berikutnya maka
proyek dibicarakan kembali
dan rencana dibuat untuk
tahap selanjutnya.
Tidak perlu untuk
menggunakan satu model
tunggal pada setiap loop spiral
bahkan dalam keseluruhan
sisten perangkat lunak. Model
spiral encompasses
model lainnya. Pemodelan
digunakan pada salah satu
psiral untuk memecahkan
masalah kebutuhan. Kemudian
dapat diikuti oleh model
konvensional, waterfall.
Transformasi formal digunakan
untuk mengembangkan
bagian‐ bagian sistem
yang memiliki persyaratan
keselamatan yang tinggi dan
pendekatan reuse
digunakan untuk
pengimplementasian bagian ‐
bagian lain dari sistem data
manajemen.
Pada implementasinya, model
spiral ini juga banyak
digunakan, tetapi
biasanya dikombinasikan
dengan model yang lain.
Pemodelan waterfall, yang
sangat bagus dalam
menentukan millestones dan
pemodelan spiral, yang sangat
bagus dengan menggunakan
prototyping, merupakan
kombinasi yang sering
dipakai di dalam kontrak ‐
kontrak untuk perangkat lunak
dewasa ini.
Manajemen Resiko
Perbedaan yang mendasar
antara model spiral dengan
model lainnya
adalah bahwa model spiral
dengan eksplisit menyadari
resiko‐resiko yang ada.
Resiko adalah konsep yang
sulit didefinisikan secara tepat.
Secara informal resiko
adalah sesuatu yang sederhana
yang dapat menyebabkan
kesalahan. Contohnya,
jika bertujuan menggunakan
pemprograman bahasa baru
(new programming
language), resiko yang
mungkin adalah alat
pengumpul yang digunakan
tidak
reliabel dan tidak
menghasilkan code objek yang
efesien.
Resiko adalah sebagai hasil
ketidakcukupan informasi.
Resiko tersebut
dapat dipecahkan dengan
pengenalan beberapa kegiatan
yang dapat menutupi
informasi yang kurang
menyakinkan. Dalam contoh
diatas, resiko mungkin dapat
diatasi dengan survey pasar
untuk menemukan alat
pengumpul mana yang dapat
digunakan dan bagaimana
kebaikan alat tersebut. Jika
sistem ternyata tidak
sesuai maka keputusan untuk
menggunakan bahasa baru
harus diubah.
Siklus spiral dimulai dengan
penguraian tujuan ‐tujuan
seperti performance,
kegunaan, dan seterusnya.
Cara alternatif dalam
pencapaian tujuan dan
hambatan dipergunakan
dengan sebaik ‐baiknya
kemudian diperhitungkan.
Setiap
alternatif diperhitungan
bertentangan dengan tujuan.
Ini biasanya menghasilkan
identifikasi sumber resiko
proyek. Langkah selanjutnya
adalah mengevaluasi
resiko‐resiko ini dengan
aktivitas seperti analisis yang
lebih detail, pembuatan
model/contoh, simulasi dan
seterusnya. Untuk
menggunakan model spiral,
Boehm menyarankan sebuah
bentuk umum yang dipenuhi
dalam setiap daerah
spiral. Bentuk ini mungkin
dilengkapi pada sebuah level
abtrak atau perkiraan
rinci yang imbang dari
pengembangan produk.
Analisis Kebutuhan
Untuk menganalisis kebutuhan
sistem, tool yang biasa dipakai
adalah DFD
(Data Flow Diagram). Jadi DFD
ini sangat penting bagi seorang
analis sistem.
Penggunaan DFD sebagai
Modeling Tool dipopulerkan
Oleh Demacro & Yordan
(1979) dan Gane & Sarson
(1979) dengan menggunakan
pendekatan Metoda
Analisis Sistem Terstruktur.
DFD menggambarkan arus
data dari suatu sistem
informasi, baik sistem
lama maupun sistem baru
secara logika tanpa
mempertimbangkan
lingkungan
fisik dimana data tersebut
berada.
Simbol dalam DFD
External Entity
External Entity adalah
merupakan entitas diluar
sistem yang berinteraksi
dengan sistem yang akan
dikembangkan. External Entity
ini dapat berupa orang,
organisasi, maupun sistem
yang lain. Contoh dari External
Entity ini adalah
Pelanggan, Mahasiswa,
Yayasan, dan lain sebagainya.
Process
Merupakan kegiatan atau
pekerjaan yang dilakukan oleh
orang atau mesin
komputer, dimana aliran data
masuk kemudian
ditranformasikan keluar
(aliran
data keluar).
Data Flow
Data Flow merupakan aliran
data yang masuk maupun
keluar dari suatu
Process dan disimbolkan
dengan anak panah. Aliran
data dapat berbentuk sebagai
berikut :
a. Formulir atau dokumen yang
digunakan perusahaan
b. Laporan tercetak yang
dihasilkan sistem
c. Output dilayar komputer
d. Masukan untuk komputer
e. Komunikasi ucapan
f. Surat atau memo
g. Data yang dibaca atau
direkam di file
h. Suatu isian yang dicatat
pada buku agenda
i. Transmisi data dari suatu
komputer ke komputer lain
Data ada tiga kemungkinan,
antara lain :
1. Packet of Data
Bila dua data mengalir dari
suatu sumber yang sama ke
tujuan yang sama,
maka harus dianggap sebagai
suatu aliran data yang tunggal.
2. Diverging Data Flow
Bila dari suatu sumber
mengalir data yang menyebar
ke tujuan yang berbeda,
menunjukan bahwa aliran data
tersebut merupakan tembusan
dari aliran
data.
3. Convergen Data Flow
Data yang mengalir dari
sumber yang berbeda menuju
ke tujuan yang sama.
Data Store
Merupakan tempat
penyimpanan data yang dapat
berupa suatu file atau
suatu sistem database dari
suatu komputer, suatu arsip/
dokumen, suatu
agenda/buku.
Process Decompotition
Merupakan aktifitas memecah
suatu sistem menjadi
komponen ‐komponen
sub‐sistem dimana Komponen‐
komponen sub‐sistem tersebut
memperlihatkan
detail dari sistem diatasnya.
Pembuatan DFD – Context
Diagram
Diagram atas atau yang paling
awal dibuat dari sistem adalah
Context
Diagram (Diagram Konteks)
yang memperlihatkan ruang
lingkup (gambaran) dari
sistem tersebut. Pada diagram
konteks ini semua External
Entity yang terlibat
dengan sistem diidentifikasi.
Selain itu juga
mengidentifikasi aliran data
baik yang
masuk maupun keluar dari
sistem serta arah aliran
tersebut. Dalam diagram
konteks hanya ada satu proses
saja yaitu proses 0 dan belum
memperlihatkan
penyimpanan data.

Minggu, 09 Desember 2012


Function pada pascal dan c++

Pascal
A.listing program
Var
I : Byte;
function Cetak : sting;
      Begin
         IF (I<=5) Then
         begin
            writeln('Respati');
            {Prosedur Memanggil Dirinya Sendiri}
            Cetak;
            I:=I+1;
          end;
 End;
{Program Utama}
Begin
I:=1;
 {Panggil Prosedur}
 Cetak;
End.
C++(menggunakan fungsi dan array)
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<stdio.h>
#include<ctype.h>
#include<iomanip.h>

#define MAX_SPG 50

struct Spg {
char nama[30];
char nip[20];
long gaji,tunjangan;
int panci,oven,blender,ricecooker,mixer;
}spg[MAX_SPG];



void header();
int inputasi();
void report(int control);



void main()
{
clrscr();
int control=0;
control = inputasi();
report(control);
getch();
}


int inputasi()
{
int control =0;
char ulang ='y';

while(ulang =='y' && control !=MAX_SPG)
{
if(control!=MAX_SPG)
{
clrscr();
cout<<"                        PERUSAHAAN MAJU"<<endl;
cout<<"                    Program Komisi Salesman"<<endl;
cout<<"                      Tampilan input ke- "<<control+1<<endl;
cout<<"----------------------------------------------------------------------"<<endl;
cout<<"Nama              : ";gets(spg[control].nama);
cout<<"NIP               : ";gets(spg[control].nip);
cout<<"______________________________________________________________________"<<endl;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Jumlah produk yang dijual "<<endl;
cout<<"--------------------------"<<endl;
cout<<"Panci       : ";cin>>spg[control].panci;
cout<<"Blender     : ";cin>>spg[control].blender;
cout<<"Oven        : ";cin>>spg[control].oven;
cout<<"Rice Cooker : ";cin>>spg[control].ricecooker;
cout<<"Mixer       : ";cin>>spg[control].mixer;
cout<<"--------------------------"<<endl;
control++;
}
else
{
clrscr();
cout<<"TIDAK BISA MENGINPUT SUDAH MELEBIHI BATAS MAXIMUM !!\n";
}

cout<<"Mau tambah lagi [Y/T] : ";ulang=getche(); flushall();
}
return(control);

}


void report(int control)
{
clrscr();
header();
for (int i=0;i<control;i++)
{
spg[i].gaji=((spg[i].panci*50000)+(spg[i].oven*250000)+(spg[i].blender*100000)+(spg[i].ricecooker*350000)+(spg[i].mixer*300000))*0.25;
spg[i].tunjangan=spg[i].gaji+100000;
gotoxy(2,6+i);cout<<i+1;
gotoxy(7,6+i);cout<<spg[i].nama;
gotoxy(20,6+i);cout<<spg[i].nip;
gotoxy(35,6+i);cout<<"Rp.";
gotoxy(38,6+i);cout<<spg[i].gaji<<endl;
gotoxy(50,6+i);cout<<"Rp.";
gotoxy(53,6+i);cout<<spg[i].tunjangan<<endl;
}
}

void header()
{
cout<<"                                 PROGRAM"<<endl;
cout<<"                           Jumlah Komisi Salesman"<<endl;
cout<<"====================================================================="<<endl;
gotoxy(2,4);cout<<"No.";
gotoxy(7,4);cout<<"Nama";
gotoxy(20,4);cout<<"NIP";
gotoxy(35,4);cout<<"Komisi"<<endl;
gotoxy(50,4);cout<<"Komisi+Tunjangan"<<endl;
cout<<"====================================================================="<<endl;
}

Procedure dan Fungsi dalam bahasa pempogramaan
Pascal dan C++

1     Program prosedur Pascal

Listing program
program Lsegitiga;
uses crt;
var
 i,n:integer;
 a,t:real;
 procedure hitungLuassegitiga(alas,tinggi:real);
 var
 luas:real;
 begin
 luas:=(alas*tinggi)/2;
 writeln('luas segitiga=',luas:10:2);
 end;
begin
clrscr;
write ( ' banyaknya segitiga ?'); readln(n);
for i:=1 to n do
 begin
 write(' panjang alas segitiga?');
 readln(a);
 write('tinggi segitiga?');
 readln(t);
 hitungluassegitiga(a,t);
 readln;
 End;
 End.

      Program Fungsi pascal
Listing program
uses crt;
function pengurangan(a,b:integer):integer;
begin
clrscr;
pengurangan:=a-b;
end;
var
d,e:integer;
begin
clrscr;
write('angka 1=');readln(d);
write('angka 2=');readln(e);
write('hasilnya=',pengurangan(d,e));
end.

Array pada pascal dan c++

LISTING PROGRAM
array pascal:
uses wincrt;
 
var X : array[1..100] of integer;
a,b,n,r : integer;
beda : boolean;
begin
  write('Banyaknya data : ');readln(n);
  if n > 100 then begin
    writeln('Melebihi batas, (tidak boleh lebih dari 100)');
    exit;
  end;
  for a:=1 to n do begin
    repeat
      r:=random(100)+1;
      b:=1;beda:=true;
      repeat
        if r=x[b] then beda:=false else inc(b);
      until (b>a-1) or (beda=false);
    until (beda);
    x[a]:=r;
  end;
  writeln;
  for a:=1 to n do write(X[a],' ');
end.

Array c++


#include 
int main()
{

    int square[100];
    int i;
    int k;

    for (i = 0; i<10;i++)
    {
        k=i+1;
        square [i] = k*k;
        printf("\n\tPangkat dari %d adalah %d \n",k,square[i]);
    }
        return 0;
}

Sabtu, 29 September 2012

pengertian ORACLE

Oracle (NASDAQ: ORCL) adalah perusahaan piranti lunak Enterprise terbesar di dunia yang menyediakan piranti lunak enterprise kepada perusahaan dan organisasi terbesar dan paling sukses di dunia. Oracle menyediakan produk-produk database, application server, collaboration selain enterprise businness application dan perangkat application development.

Oracle adalah perusahaan piranti lunak pertama yang mengembangkan dan 100 persen menggunakan piranti lunak enterprise diatas Internet diseluruh lini produknya. Sejak diluncurkannya database relational pertama di dunia pada tahun 1977, Oracle telah menjadi bagian penting dalam revolusi teknologi yang secara nyata mengubah bisnis modern.

Relational Database sebenarnya adalah salah satu konsep penyimpanan data, sebelum konsep database relational muncul, sudah ada 2 model database yaitu Network Database & Hierarchie Database. Teori Database Relational di kemukakan pertama kali oleh Dr. E. F. Codd dalam makalah ilmiah yang berjudul " A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks " yang di publikasikan dalam Communications of the ACM (Association for Computing Machinery) vol. 13, No 6, June 1970.

Dalam Database relational, data disimpan dalam bentuk relasi atau tabel dua dimensi, dan antar tabel satu dengan tabel lainnya terdapat hubungan atau relationship sehingga sering kita baca di berbagai literatur, database di definisikan sebagai "kumpulan dari sejumlah tabel yang saling hubungan atau keterkaitan".

Nah, kumpulan dari data yang di organisasikan sebagai tabel tadi disimpan dalam bentuk data elektronik di dalam hardisk komputer dan di kelompokkan secara logis berdasarkan schema user

Untuk membuat struktur tabel, mengisi data ke tabel, mengubah data dan menghapus data dari tabel di perlukan software.
Software yang di gunakan membuat tabel, isi data, ubah data, dan hapus data di sebut Relational Database Management System atau di kenal dengan singkatan RDBMS. Sedangkan perintah yang di gunakan untuk membuat tabel, mengisi, mengubah, dan hapus data di sebut perintah SQL yang merupakan singkatan dari Structure Query Language

Jadi, setiap software RDBMS pasti bisa di gunakan untuk menjalankan perintah SQL


PT Oracle Indonesia adalah anak perusahaan dari Oracle Corporation, yang didirikan pada tahun 1995.
 sumber: http://suryasurabaya.blogspot.com

MySQL

MySQL adalah sebuah perangkat lunak iasm manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta iasm atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius
Relational Database Management System
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu iasm database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL ias sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.

Keistimewaan MySQL

MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
  1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
  2. Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
  3. 'Multiuser'. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
  4. 'Performance tuning'. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
  5. Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
  6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
  7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
  8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
  9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
  10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
  11. Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
  12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
  13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle   
sumber:  http://tips-belajar-internet.blogspot.com

pengertian foxbase

Program pengolah database. FoxBase memiliki serangkaian aturan dan metode yang hamper mirip dengan program dBase, namun memiliki feature lebih banyak.

teknik mengkonversi data dari foxbase ke CDS/ISIS

Langkah-langkah untuk mengkonversi data yang dibuat dalam dBase atau FoxBase ke dalam basis data CDS/ISIS:
1. Periksa ruas-ruas (field) pada basis data dalam program dBase/FoxBase. Berkas yang perlu dilihat adalah berkas dengan ekstensi DBF. Sebagai contoh basis data yang akan dipindahkan adalah basis data mahasiswa (MHS.DBF) dalam FoxBase ke dalam basis data USER pada CDS/ISIS
2. Catat nama ruas dan urutannya. Misalnya nama ruas dan urutannya adalah sebagai berikut:
Ruas pertama adalah nomor mahasiswa dengan nama ruas NAMA
Ruas kedua adalah nama mahasiswa dengan nama ruas NO_MHS
Ruas ketiga dalah alamat mahasiswa dengan nama ruas ALAMAT
Ruas keempat adalah jurusan mahasiswa dengan nama JURUSAN
Ruas kelima adalah fakultas mahasiswa dengan nama ruas FAKULTAS
3. Sedangkan basis data USER dalam CDS/ISIS misalnya mempunyai struktur data sebagai berikut:
Ruas pertama adalah nomor mahasiswa dengan kode ruas (tengara atau TAG) 10
Ruas kedua adalah nama mahasiswa dengan kode ruas 20
Ruas ketiga adalah alamat mahasiswa dengan kode ruas 30
Ruas keempat adalah fakultas mahasiswa dengan kode ruas 40
Ruas kelima adalah jurusan mahasiswa dengan kode ruas 50
4. Nilai dari basis data dalam Foxbase yang akan dipindahkan adalah yang terdapat di dalam ruas NAMA, NO_MHS, ALAMAT dan FAKULTAS. Nilai dalam ruas JURUSAN tidak akan dipindahkan. Urutan setelah perpindahan ada sedikit perubahan, yaitu nilai yang terdapat pada ruas urutan pertama pada basis data FoxBase (NAMA) masuk ke dalam ruas urutan kedua pada basis data CDS/ISIS (NAMA atau TAG 20). Sebaliknya nilai yang terdapat pada ruas urutan kedua pada basis data FoxBase (NO_MHS) akan dipindahkan ke dalam ruas pertama pada basis data CDS/ISIS (ruas 10).
5. Untuk mengatur pemindahan data dengan syarat seperti pada langkah 4 diatas, perlu dibuat sebuah berkas berekstensi FST (misalnya PINDAH.FST) dengan menggunakan program EDITOR (misalnya EDIT di DOS atau NOTEPAD di Windows). Isi berkas itu misalnya adalah sebagai berikut:
10 0 V2
20 0 V1
30 0 V3
40 0 V5
Keterangan:
Baris pertama tertulis “10 0 V2” (angka SEPULUH lalu SPASI lalu angka NOL lalu tulisan V2).
Ini berarti bahwa ketika proses konversi dilakukan, maka nilai yang ada di dalam ruas kedua dari basis data dBase/FoxBase (nomor mahasiswa) akan dipindahkan ke dalam ruas 10 (nomor mahasiswa) pada basis data CDS/ISIS.
Baris kedua berarti nilai dalam ruas pertama (nama mahasiswa) dari basis data dBase/FoxBase akan dipindahkan ke ruas 20 (nama mahasiswa) pada basis data CDS/ISIS.
Baris ketiga berarti nilai dalam ruas ketiga (alamat) dari basis data dBase/FoxBase akan dipindahkan ke ruas 30 (alamat) pada basis data CDS/ISIS.
Sedangkan ruas keempat dari basis data dBase/FoxBase (jurusan) tidak dipindahkan ke basis data CDS/ISIS. Tetapi isi ruas kelima dari dBase/FoxBase akan dipindahkan ke ruas 40 (fakultas) dalam basis data CDS/ISIS.
6. Selanjutnya salin berkas PINDAH.FST ini ke dalam direktori yang sama dengan berkas program DB3ISO.COM dan berkas MHS.DBF. Misalnya di dalam direktori KONVERSI.
7. Sekarang jalankan program DB3ISO dengan mengetik DB3ISO lalu tekan ENTER
8. Tekan E untuk memulai proses konversi
9. Ketika ditanyakan nama basis data, ketik MHS.DBF lalu tekan ENTER
10. Ketika ditanyakan OUTPUT ISO FILE yang akan dihasilkan, ketik saja HASIL.ISO, lalu tekan ENTER
11. Ketika ditanyakan INPUT FST FILE, ketik PINDAH.FST lalu tekan ENTER
12. Ketika ditanyakan kode pembatas ruas (Field Delimitter), ketik saja # (hash) lalu tekan ENTER
13. Ketika ditanyakan kode pembatas cantuman (Record delimitter), ketik saja ~ (tilde) lalu tekan ENTER
14. Ketika ditanyakan mulai dari nomor berapa, tekan saja ENTER
15. Ketika ditanyakan nomor terakhir berapa, tekan saja ENTER
16. Ketika ditanyakan RENUMBER FROM, tekan saja ENTER
17. Lalu tekan X untuk KELUAR
18. Sekarang berkas HASIL.ISO sudah terbentuk di dalam direktori KONVERSI siap untuk diimporkan ke basis data USER pada CDS/ISIS.
19. Langkah selanjutnya adalah menjalankan program CDS/ISIS dan membuka basis data USER (yang akan menampung data Mahasiswa dari basis data MHS.DBF)
20. Lakukan proses impor data dalam CDS/ISIS seperti biasa. Nama berkas ISO yang akan diimpor adalah HASIL.ISO yang terletak di direktori KONVERSI.
21. Jangan lupa setelah selesai proses impor agar data dapat ditelusur, maka lakukan pengindeksan lengkap (Full).

Sesungguhnya data dari basis data yang dibuat dengan MS-ACCESS atau EXCEL dapat pula dikonversi ke dalam CDS/ISIS. Tekniknya sama saja dengan konversi data dari basis data dBase/FoxBase ke CDS/ISIS. Hanya saja data dari ACCESS atau EXCEL tersebut perlu di-save-as dulu ke dalam format DBF. Setelah itu langkah-langkah diatas dilakukan. Selamat mencoba! Semoga sukses!
sumber: http://agustianrivai.blogspot.com

SQLITE

SQLite merupakan sebuah sistem manajemen basisdata (jadi ingat sama mata kuliah basisdata :D) relasional yang bersifat ACID-Compliant dan memiliki ukuran library yang relatif kecil, ditulis dalam bahasa C.
SQLite merupakan proyek bersifat public domain yang dikerjakan oleh D. Richard Hipp. Tidak seperti pradigma client-server umunya, inti sqlite bukanlah sebuah sistem yang mandiri yang berkomunikasi dengan sebuah program, melainkan sebagai bagian integral dari sebuah program secara keseluruhan. Sehingga protokol komunikasi utama yang digunakan adalah melalui pemanggilan API secara langsung melalui bahasa pemrograman.

Bagaimana udah dapat gambaran mengenai apa itu SQLite? semoga saja artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Pengertian SQL server

SQL Server adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur client/server. Istilah client, server, dan client/server dapat digunakan untuk merujuk kepada konsep yang sangat umum atau hal yang spesifik dari perangkat keras atau perangkat lunak. Pada level yang sangat umum, sebuah client adalah setiap komponen dari sebuah sistem yang meminta layanan atau sumber daya (resource) dari komponen sistem lainnya. Sedangkan sebuah server adaah setiap komponen sistem yang menyediakan layanan atau sumber daya ke komponen sistem lainnya.

PostgreSQL

PostgreSQL
PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Piranti lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain.
Pengguna PostgreSQL
• Yahoo! untuk analisa prilaku pengguna web, menyimpan 2 petabyte data dan mengklaim sebagai gudang data terbesar. Menggunakan versi PostgreSQL yang dimodifikasi, dengan engine penyimpanan berbasis kolom yang sepenuhnya berbeda.
• MySpace, situs jejaring sosial populer, menggunakan basisdata Aster nCluster untuk gudang data, dibangun diatas PostgreSQL tanpa modifikasi.
• OpenStreetMap, proyek kolaboratif untuk menciptakan peta dunia yang bebas sunting.
• Afilias, register domain untuk .org, .info, dan sebagainya.
• Sony Online multiplayer online game.
• BASF, platform belanja untuk portal agribisnisnya.
• hi5.com portal jejaring sosial.
• Skype aplikasi VoIP, basisdata pusat bisnis.
• Sun xVM, perangkat lunak virtualisasi dan otomasi datacenter milik Sun.
Membuat Database PostgreSQL
Tahapan
  1. Saat halaman tuntunan (PostgreSQL Database Wizzard) ini terbuka, masukkan nama database yang ingin anda buat pada kotak isian “New Database”.
  2. Klik tombol Create Database.
  3. Selanjutnya terlihat
    * “Added the database NAMA_DATABASE_ANDA”
  4. Masukkan nama user dan password pada kotak isian “Username” dan “Password” yang anda inginkan untuk mengakses database.
  5. Klik tombol Create User.
  6. Selanjutnya akan terlihat
    * “Added NAMAUSER with the password PASSWORD.”
  7. Selanjutnya anda akan melihat “Step 3″ yang meminta anda menambahkan user pada database. Klik tombol Submit untuk menambahkan user pada database.
  8. Kemudian terlihat
    * “User NAMAUSER was added to the database DATABASE.”
  9. Selanjutnya terdapat tiga opsi yang bisa anda pilih
    * Add another database – Pilih ini jika anda ingin membuat database lagi.
    * Add another user using the PostgresSQL Database Area – Pilih ini jika anda ingin menambah user pada database yang baru saja anda buat tadi.
    * Return to Home – Pilih ini jika anda ingin kembali ke halaman utama cPanel® anda.

phyton

Python adalah bahasa pemrograman dinamis yang mendukung pemrograman berorientasi obyek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi. Seperti halnya bahasa pemrograman dinamis, python seringkali digunakan sebagai bahasa skrip dengan interpreter yang teintergrasi dalam sistem operasi. Saat ini kode python dapat dijalankan pada sistem berbasis:
Python didistribusikan dengan beberapa lisensi yang berbeda dari beberapa versi. Lihat sejarahnya di Python Copyright. Namun pada prinsipnya Python dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas, bahkan untuk kepentingan komersial. Lisensi Python tidak bertentangan baik menurut definisi Open Source maupun General Public License (GPL)

Daftar isi

[sembunyikan]

Sejarah

Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.
Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.
Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.
Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi Monty Python's Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.

Fitur

Beberapa fitur yang dimiliki Python adalah:
  • memiliki kepustakaan yang luas; dalam distribusi Python telah disediakan modul-modul 'siap pakai' untuk berbagai keperluan.
  • memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari.
  • memiliki aturan layout kode sumber yang memudahkan pengecekan, pembacaan kembali dan penulisan ulang kode sumber.
  • berorientasi obyek.
  • memiliki sistem pengelolaan memori otomatis (garbage collection, seperti java)
  • modular, mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul baru; modul-modul tersebut dapat dibangun dengan bahasa Python maupun C/C++.
  • memiliki fasilitas pengumpulan sampah otomatis, seperti halnya pada bahasa pemrograman Java, python memiliki fasilitas pengaturan penggunaan ingatan komputer sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan ingatan komputer secara langsung.

Input / Output

Contoh Input :
 nama = raw_input("Masukkan nama Anda: ")

Contoh Output :
 print "Halo", nama, ":)"

Hello World

   print "Hello, world!"

pengertian program gambas

Gambas adalah bahasa pemrograman untuk Linux dengan mensimulasi kemudahan VB (Visual Basic) dan VB sendiri yang juga merupakan salah satu pemrograman Visual untuk Windows yang berorientasi pada BASIC.
Ow ya, juga sekedar tahu aja… BASIC sendiri , adalah singkatan dari Beginners’ All-purpose Symbolic Instruction Code yang berarti sebuah kelompok bahasa pemrograman tingkat tinggi. BASIC memiliki arti “kode instruksi simbolis semua tujuan yang dapat digunakan oleh para pemula”.
Memang, istilah “Bahasa BASIC” di sini juga bisa diartikan menjadi bahasa untuk pemula, atau dengan kata lain, disebut sebagai bahasa dasar, tapi hal tersebut dirasa kurang tepat, mengingat BASIC dapat juga digunakan oleh para pemrogram ahli.
Oh ya,,, sebelumnya kita kenalan dulu dengan penciptanya Gambas. Pencipta dari gambas adalah seorang pria (*skali-kali kenapa nggak cewek ya?) kewarganegaraan Prancis bernama Benoit Minishi, dan gambas ini diliris sejak tahun 1999.

Walaupun source codes Gambas tidak sama dengan Visual Basic,
tapi ia adalah sebuah BASIC Interpreter dengan objek-objek yang istimewa.
Hal ini membuat Gambas sebagai pilihan yang baik bagi pengguna Linux dengan memanfaatkan pengetahuan pemrograman VB diatas landasan GNU yang bebas.
Selain itu juga gambas merupakan sebuah IDE yang kepanjangan dari Integrated Development Environment ( IDE berarti program komputer yang memiliki beberapa fasilitas yang diperlukan dalam pembangunan perangkat lunak. )
yang berorientasi pada RAD yang kepanjangan dari Rapid Application Development ( RAD yang berarti model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat).

RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek/singkat/cepat.) seperti halnya Microsoft Visual Basic.
Dengan Gambas kita dapat menggunakan aplikasi berbasis GUI yang kepanjangan dari Graphic User Interface (GUI yang berarti metoda interaksi secara grafis antara pengguna dan komputer) di Linux dengan mudah

Tapi Gambas juga tidaklah pemrograman yang sempurna loh… Dia juga punya kekurangan tapi juga punya banyak kelebihan….
<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> <!–[endif]–>
Beberapa kelebihan Gambas
1) Memiliki tampilan interface GUI yang familiar dan simpel
2) Memiliki license sama dengan linux, yaitu free dan opensource
3) Lingkungan kerja gambas dibuat dengan Gambas itu sendiri
4) Gambas dapat dijadikan debugger yang baik
5) Gambas sangat mudah diterjemahkan ke bahasa apapun
6) Mendukung database PostgreeSQL Mysql, SQLite (sampai versi 1.0.15 yang kupakai)

Inilah kekurangannya:
1) Minimnya dokumentasi ataupun forum-forum yang membahas pemrograman ini.
2) Karena berjalan di linux, seperti biasanya, instalasi terkadang tidak semulus di readmenya.
Oh ya, Gambas disimbolkan dengan udang loh… Nih simbolnya…



Oh ya, sekedar tau aja…
 

Ini juga ada gamabarnya tampilannya Gambas. Tapi kali ini tidak mbahas bagaimana cara pembuatannya atau nginstalnya. Coz ini cuma pengertian Gambas aja…

 sumber:http://fivembois.wordpress.com